Jagat Play
Tokoh penting yang berikan kehidupan pada karakter dari salah satu JRPG legendaris Square Enix, Toshiyuki Itahana, umumkan resmi meninggalkan perusahaan itu. Sosok di balik desain karakter ikonik Final Fantasy IX itu tinggalkan Square Enix setelah mengabdi selama lebih dari tiga dekade. Keputusan ini diambilnya pada akhir tahun lalu, bertepatan dengan rampungnya rangkaian perayaan ulang tahun ke-25 dari FFIX.
Melalui pesan terakhirnya kepada para fans FFIX, Itahana menjelaskan bahwa keputusannya dilandasi keinginan untuk mempersiapkan diri agar tetap bisa berkarya di masa depan. Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaan ilustrasi dan supervisi terkait perayaan 25 tahun Final Fantasy IX, ia merasa telah menuntaskan peran besarnya di sana, dan siap membuka babak baru dalam kariernya.
Selain FFIX, Itahana juga dikenal luas sebagai desainer karakter untuk seri Crystal Chronicles dan Chocobo Series. Gaya visualnya yang khas dan penuh ekspresi, warna lembut, dan sentuhan ala dongeng fantasy menjadi salah satu identitas kuat era PlayStation di tubuh Square Enix.
Menurut rencana, Itahana akan berfokus sebagai ilustrator dan character designer freelance. Ia mengaku masih dalam tahap adaptasi, belajar dari sesama profesional freelance, dan berharap fans tetap mendukung karyanya jika suatu saat menemukannya di proyek baru. Ucapan terima kasih pun ia sampaikan kepada para pemain dan rekan kerja yang telah menemaninya selama beberapa dekade.
Kepergian Itahana juga memicu diskusi mengenai masa depan Final Fantasy IX itu sendiri. Proyek remake game tersebut telah lama dirumorkan, bahkan sempat muncul dalam kebocoran database GeForce Now pada 2021, bersama sejumlah judul Square Enix lain yang saat ini telah diumumkan.
Semoga saja bila proyek remake itu benar-benar terwujud, sisi artistiknya masih bisa dipertahankan, bahkan setelah artis originalnya itu tinggalkan Square Enix. Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai kepergian Toshiyuki Itahana dari Square Enix?
Comments
More Articles
Horizon Steel Frontiers Gunakan AI Secara Agresif dalam Pengembangannya
Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik
Larian Studios Tegaskan Kisah Divinity Baru Terpisah Dari Game Lamanya
Metroid Prime 4: Beyond Sembunyikan Konten Dasar di Balik Amiibo
Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik
Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan
Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin
Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025
Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik
Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan
Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin
Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu
Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik
Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo
Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!
Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!
© JagatReview | 2010-2026